HIfamily

Cuma Anak HI yang Mengalami 11 Nasib Hidup Seperti Ini, Apa Kamu Salah Satunya?

Bagi kita mahasiswa dan mahasiswi Hubungan Internasional (HI), mau yang sudah lulus atau sedang terseok-seok di tengah semester, pasti lah ada kesan-kesan HIfamily yang seenggaknya nempel di diri kita. Di sini AnakHI.com ngerangkum beberapa hal yang pasti kalian semua rasain jadi anak HI, seperti ini salah satunya…

1. Dihadapi dengan dosen-dosen perfeksionis.

Dosen HI itu hampir semuanya perfeksionis dalam segi apapun! Di semester manapun, kalian pasti nemuin dosen yang bisa mematahkan segala usaha kalian. Coba diingat, sudah berapa tetes keringat dan uang yang sudah kalian keluarkan? Bahkan tak mungkin, ada dari kamu yang dapat nilai C hanya karena typo error.

2. Mulai menganalogikan sesuatu dengan negara.

Kalo ada teman curhat dia sama pacarnya lagi berantem, kamu pasti berkata, “Lo tuh udah kayak Jepang sama Amerika zaman perang dunia II deh. Rame banget bikin semua orang terlibat juga.”

Kalo ada temen yang rebutan gebetan, kamu pasti berkata, “Lo berdua udah kayak Israel-Palestina dah berebutan lahan. Hayo siapa yang jadi ‘pengungsi’ sebelumnya?”

Kalo satu grup lagi akur, kamu pasti berkata, “Seneng deh gue kalo pertemanan kita fungsionalis gini, seperti saat Uni Eropa baru dibentuk.”

3. Parno denger kata ‘paper’.

Paper, paper dan paper. Kalau jurusan lain, mungkin kata paper hanya sekadar kertas. Tapi anak-anak HI sudah lelah banget sama yang namanya paper. HAMPIR SEMUA mata kuliah di HI ‘meminta’ paper untuk tugas ujiannya. Ritual paper ini juga melibatkan bergelas-gelas kopi dan berbungkus-bungkus mie instan. Kalau boleh protes, mungkin anak HI akan mengatakan, “Udah, Pak..Bu.. Jangan paper, udaa..aah..h… Cukup…”

4. Pake bahasa HI di setiap pembicaraan.

Kalau sudah belajar HI, pasti ada bumbu-bumbu kosakata cantik yang bakal menghiasi setiap omongan kalian. Bahkan bukan gak mungkin, kata-kata ini kebawa saat kalian ngomel ke doi.

“Kamu tuh ga analisa dinamika hubungan kita kan? Hubungan ini begitu parokial. Aku gak tahan sama sistem seperti ini.”

Ini anak HI atau host infotainment…

5. Jokes-nya sudah dalam level paradigma.

Cuma anak HI nih yang ngerti guyonan macam ini,

“Lu dikit-dikit ngopi ke kafe mahal mulu deh, gak pernah mau ke tempat yang murah aja, neoliberal banget lu.”

“Lu ga percaya banget sama sejarah deh, dasar posmodernis.”

6. Suka kritik film tentang negara yang ceritanya melenceng dari aslinya.

Anak HI yang suka dunia perfilman pasti tahu beberapa judul film yang ada bau-bau politiknya. Tentu saja, namanya film pasti ada lebay-lebaynya. Alhasil, gak jarang juga anak HI mengkritik habis-habisan film tersebut.

“Ah film A*go lebay bangettt dibikinnya gak kayak gitu aslinya kok!”

“Ini flm The Whi******ower ceritanya ngebela sepihak banget”

Ngaku deh pernah kayak gitu kan? Emang bener begitu sih filmnya…

7. Merasakan dinamika SDC/MUN.

Anak HI pasti akrab banget sama Short Diplomatic Course (SDC) dan Model United Nations (MUN). Ini adalah ajang di mana semua orang berperan jadi delegasi suatu negara yang udah ditentukan. Buat kalian yang MUNers pasti suka banget sama suasana di mana kalian harus berpakaian rapi ala pejabat negara, meyakinkan delegasi dari negara lain, beradu sama blok lain, berdiplomasi dengan cara apapun agar resolusi kalian disetujui. Seru? Banget!

8. Lebih milih nonton berita luar negeri daripada berita lokal.

Demi memperkaya pengetahuan, anak HI bertahan hidup sama baca atau nonton berita. Tapi sebagian besar anak HI pasti lebih mau mantengin berita internasional daripada berita lokal. Alasannya sih, karena berita lokal cuma itu-itu saja bahasannya. Padahal aslinya nonton biar buat amunisi di kelas.

9. Haus tentang ‘studi kasus’.

STUDI KASUS. Setiap materi pasti selalu ada studi kasusnya. Sengketa pulau Tiongkok-Jepang lah, tendensi Jerman sama Rusia lah, dan ribuan studi kasus lainnya. Banyak sih, tapi buat anak HI pasti selalu kurang sama studi kasus yang kalian ketahui. Gak jarang pasti anak-anak HI ngulik habis-habisan demi mendapatkan studi kasus yang enak dibaca dan yang enak juga buat jadi judul skripsi.

10. Capek dengar omongan, “Mau jadi diplomat ya?”

Hayo ngaku, sudah berapa kali dengar omongan ini? Hampir setiap anak HI gak jauh-jauh dari pertanyaan ini. Ingin rasanya jambak-jambak sambil bilang, “Pleasee, HI tuh gak sesempit ituuuu. Anak HI itu juga bisa jadi jurnalis, manager, wartawan, menteri dan lainnya.”

11. Padahal aslinya sih memang mau jadi diplomat.

Ya walaupun emang bukan itu doang kerjanya, kalo emang bisa jadi diplomat ya kita aminin mah. Ngarep banget malah, kerjanya enak (kelihatannya), hidupnya terjamin. Jadi kalo ada yang nanya gitu mah kita berdoa saja semoga kesampean. Namanya juga anak HI.

Hayo yang anak HI, mana suaranyaa???

Sumber link

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FRESH

AnakHI.com adalah situs mahasiswa dan alumni Hubungan Internasional. Diperuntukan bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia Hubungan Internasional

Tagline : Dari HI ke HI

Hak cipta dilindungi : AnakHI.com

To Top